"Assalamu'alaikum...WeLcOm3 iN Nisa's BloG....n_n...!"

ReLiGiOn IdoL

ReLiGiOn IdoL

HO T NEWS

Loading...

KARA Jumping n Mister

Selasa, 07 Januari 2014

Menghadapi Redenominasi Uang Rupiah

Pelaksanaan redenominasi rupiah sudah semakin dekat. Meski belum ada dasar hukumnya, BI sudah menyosialisasikan rancangan rupiah baru. RUU Redenominasi sudah hampir pasti akan digolkan akhir 2013 ini, hingga redenominasi dapat dimulai sesuai rencana, yaitu awal 2014. Dalam hal ini Pemerintah dan DPR hanya diperlukan sebagai pemberi legitimasi legal saja, sebab BI, sebagai entitas di luar Pemerintahan RI, memiliki kebebasan penuh mengambil keputusan kebijakan moneter, yang tidak dapat dihalangi oleh pemerintah dan DPR.

Dua tahun lalu, Wakil Presiden RI, Bapak Boediono, yang merupakan mantan Gubernur BI pun sudah menegaskan: “Bahwa itu adalah kewenangan Bank Indonesia!” Tentu saja. BI adalah bagian dari International Monetary Fund (IMF), bukan dari Pemerintah Republik Indonesia. Kini yang dilakukan oleh para pejabat BI adalah meyakinkan masyarakat bahwa redenominasi berbeda dengan sanering. Bahwa penghilangan tiga angka 0 pada rupiah tidak mengubah nilai tukarnya.
Benarkah klaim BI tersebut?
Anda harus memahami makna redenominasi yang sebenarnya. Sebab, Andalah yang menerima akibatnya, bukan mereka. Anda perlu memahami tindakan yang bisa diambil untuk menyelamatkan harta benda pribadi dan keluarga. Kalau redenominasi itu dilaksanakan, atau selama masa rencana ini, apa yang bisa Anda lakukan?
Memahami Redenominasi
Redenominasi adalah teknik baru para bankir dalam merekalibrasi mata uang. Langkah ini dilakukan karena dua alasan (1) inflasi atau (2) devaluasi. Atau, kalau bukan karena keduanya, karena alasan geopolitik tertentu. Ini terjadi, misalnya, ketika berbagai bankir di Eropa bersepakat untuk memiliki mata uang regional euro, yang mengharuskan tiap negara Uni Eropa merekalibrasi mata uang nasional masing-masing. Ini adalah upaya pengendalian seluruh masyarakat setempat di bawah satu kekuasan bankir tertentu.
Bila redenominasi itu dilakukan karena inflasi, maka ada dua variasi, yaitu hiperinflasi atau inflasi sangat tinggi dalam tempo singkat, atau inflasi kronis, yaitu inflasi yang terus-menerus terjadi dalam waktu panjang.
Secara teknis redenominasi mata uang nasional adalah rekalibrasi mata uang suatu negara dengan cara mengganti currency unit mata uang lama (yang berlaku) dengan mata uang yang baru, yang dipakai sebagai 1 unit mata uang. Bedanya dengan devaluasi adalah pada yang terakhir ini unit rekalibrasinya adalah mata uang asing, umumnya dolar AS. Kalau inflasinya sangat besar, maka rasioanya juga akan besar, bisa kelipatan 10, 100, 1000, atau lebih besar lagi. Dalam hal ini, proses itu lalu disederhanakan, dan disebut sebagai “penghilangan angka nol”. Dalam hal euro rekalibrasi dilakukan atas berbagai mata uang nasional terhadap satu mata uang tunggal baru, yaitu euro.
Nasib Rupiah
Sepanjang umurnya yang 68 tahunan rupiah sudah mengalami berkali-kali rekalibrasi. Yang dicatat dalam buku sejarah di sekolah adalah saat rezim Orde Lama pada 31 Desember 1965, memangkas nilai Rp 1000 menjadi Rp 1. Istilah yang populer untuk peristiwa ini adalah sanering. Penyebabnya adalah hiperinflasi. Sesudah Orde Lama jatuh, selama kurun pemerintah Orde Baru, rupiah juga mengalami berkali-kali rekalibrasi, dengan istilah berbeda, yakni devaluasi. Dalam beberapa tahun awal keberadaan Republik Indonesia rupiah juga sudah mengalami beberapa kali rekalibrari.
Begitu Indonesia diakui kemerdekaannya, 1949, rupiah dipatok sebesar 3.8 per dolar AS. Sesudah melorot sampai Rp 11.4 per dolar pada 1952 (saat ORI diganti menjadi Uang Bank Indonesia), dan terus melorot sampai Rp 45, melesat menjadi Rp 0,25 pada 1965, berkat sanering Soekarno. Selama Orde Baru, atas desakan IMF dan Bank Dunia rupiah berkali-kali didevaluasi. Pada 1970 menjadi Rp 378, pada 1971 menjadi Rp 415, pada 1978 merosot lagi 55%, menjadi lebih dari Rp 625 per dolar AS; didevaluasi lagi pada September 1983, 45%, menjadi Rp 970 per dolar AS. Pada 1986 bertengger di Rp 1.660/dolar AS.
Dari waktu ke waktu nilai tukar rupiah lalu terus mengalami depresiasi sampai mencapai angka sekitar Rp 2.200 per dolar AS sebelum ‘Krismon’ 1997. Nilai rupiah kemudian ‘terjun bebas’ pertengahan 1997, dan sejak itu terus terombang-ambing – lagi-lagi atas kemauan IMF dan Bank Dunia – dalam sistem kurs mengambang (floating rate), dengan titik terendah yang pernah dicapai sebesar Rp 16.000 per dolar AS, di awal 1998, dan saat ini fluktuatif di sekitar Rp 9.500-Rp 10.000 per dolar AS.
Jadi, munculnya gagasan untuk rekalibrasi rupiah kali ini, dengan cara redenominasi melalui penghilangan tiga angka nol-nya, yakni mata uang Rp 1.000 menjadi Rp 1, penyebabnya tiada lain adalah inflasi kronis. Tetapi bagi masyarakat umum apakah ada perbedaan implikasinya antara sanering, devaluasi, dan redenominasi?
Secara substansial, tentu saja, tidak ada bedanya. Ketiganya hanya bermakna bahwa mata uang rupiah kita semakin kehilangan daya belinya. Arti kongkritnya adalah masyarakat yang memegang rupiah semakin hari semakin miskin. Dalam rentang dua tahun terakhir saja, sejak isu redenominasi dilontarkan2010 lalu, dibandingkan saat ini (2013), kalau diukur dengan nilai telor ayam saja, rupiah telah kehilangan lebih dari 25% daya belinya. Dua tahun lalu Rp 100.000 mendapatkan 7 kg telor ayam, hari ini cuma 5 kg. Tidak ada bedanya apakah rupiah itu diberi lima angka 0 (Rp 100.000) ataukah digunduli hanya dengan dua angka 0 (Rp 100) hasil redenominasi. Daya belinya sudah tergerus 25% dalam dua tahun.
Penghilangan angka nol itu sejatinya dilakukan karena dua alasan. Pertama, alasan teknis, kerepotan dalam berbagai aspek pengelolaan mata uang dengan angka nominal besar. Kedua, alasan psikologis atau tepatnya psikis, karena pada titik tertentu masyarakat tidak akan bisa manerima harga dengan nominal yang sangat besar. Tetapi, tujuan mendasarnya, adalah menutupi kegagalan mata uang kertas untuk mempertahankan daya belinya. Redenominasi hanya menyembunyikan penyakit sejatinya, yaitu depresiasi. Penyakit inflasi (akut atau kronis) atau tepatnya penurunan daya beli mata uang kertas (depresiasi) bukan cuma diderita oleh rupiah. Semua mata uang kertas mengalaminya. Dolar AS telah kehilangan daya belinya lebih dari 95% dalam kurun 40 tahun. Euro, hasil rekalibrasi geopolitis, yang konon merupakan mata uang terkuat saat ini, dalam sepuluh tahun terakhir, kehilangan sekitar 70% daya belinya. Rupiah? Lebih dari 99,9% daya belinya telah lenyap dalam 65 tahun ini. Maka, fungsi rekalibrasi sebenarnya hanyalah untuk menutupi cacat bawaan uang kertas ini. Hingga publik tidak merasakan bahwa dalam kurun 68 tahun Indonesia merdeka, kita telah dipermiskin sebanyak 275 ribu kali!
Rekalibrasi mata uang kertas adalah senjata utama para bankir untuk mengelabui masyarakat atas kenyataan ini. Dalam kurun sepuluh tahun terakhir ini saja belasan mata uang berbagai negara direkalibrasi: Turki, Siprus, Slovakia, Romania, Ghana, Azerbeijan, Slovenia, Turkmenistan, Mozambique, Venezuela, dll. Yang paling spektakuler, tentu saja, adalah dolar Zimbabwe, yang dalam kurun lima tahun terakhir mengalami tiga kali (2006, 2008, dan 2009) redenominasi, dengan menghapus total 25 angka nol pada unit mata uangnya! Toh gagal juga, yang berakhir dengan tidak dimilikinya mata uang nasional Zimbabwe, dan kini menerima dolar AS sebagai mata uang mereka!
Pilihan Masyarakat: Dinar emas dan Dirham Perak
Lalu adakah pilihan bagi masyarakat? Tentu saja ada. Yakni pilihlah alat tukar yang tidak bisa disanering, didevaluasi atau diredenominasi, artinya tidak dapat dimanipulasi oleh siapa pun, bukan cuma oleh bank sentral atau IMF, yakni alat tukar yang memiliki nilai intrinsik. Pilihan terbaik untuk itu adalah dinar emas atau dirham perak, yang kini mulai beredar luas di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Uang DInar Dirham yang dikeluarkan World Islamic Mint

Pada Januari 2013 dinar emas dan dirham perak, termasuk yang beredar di Indonesia (www.wakalanusantara.com), telah mulai berlaku sebagai alat tukar internasional, dengan kurs tunggal. Mata uang tunggal Islam ini berada di bawah regulasi World Islamic Mint. Setidaknya saat ini ada lima seri Dirham dan Dinar, yaitu Pemerintah Kelantan, Kesultanan Sulu, Kesultanan Kasepuhan, Kesultanan Ternate, dan Amirat Indonesia. Jadi, inilah saat yang tepat bagi masyarakat untuk mengalihkan uang kertasnya menjadi dinar emas dan dirham perak. Alat tukar yang bebas inflasi, bebas riba, dan mustahil diredenominasi!
Catatan: tulisan ini adalah hasil up date dari tulisan yang pernah dimuat di Harian Republika, 5 Agustus 2010, hal. 4
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/02/19/menghadapi-redenominasi-uang-rupiah.html#sthash.rci8Iz29.dpuf

Selasa, 09 April 2013


Terkesan singkat sekali pertemuan kemarin, tiga hari bukankah waktu yang lama? Entah kenapa pertemuan itu terasa seperi roket yang melesat begitu saja, sangat cepat. Selama tiga hari, mulai dari pagi aku menjemputnya hingga malam aku mengantarkannya pulang, seharian kami bersama, bergurau saat aku jalan dengannya, mengelilingi kota dengan senyuman-senyuman yang meledak dari letupan rindu, dan saling bergenggaman hanya untuk meyakinkan kalau pertemuan itu akan ada lagi. Tapi entah kenapa harus ada perpisahan? Aku benci perpisahan, seakan ia malaikat pencabut ‘rasa kebahagiaan’ kami berdua. Entahlah, hatiku kacau tak bisa membedakan antara adil dan tak adil bagi kami yang dipisahkan dengan jarak, mereka yang di sekitarku begitu mudah menemui kekasihnya yang membuat dunia tak adil, menghakimiku. Tapi, rasa adil itu ada ketika pertemuan itu hadir kembali dalam hubungan kami. Karena mereka yang bertemu setiap hari dengan kekasihnya belum tentu merasakan rindu yang sedang kita alami saat ini, tapi perpisahan membuat rasa itu tetap sama saja, tak adil.

Aku tetap merasa aneh pada fikiranku yang selalu berkecamuk pada rindu. Seakan dunia terhenti tanpa kehadirannya, tanpa melihat senyumnya di pagi hari. Aku sadar, jarak yang hadir bukanlah kutukan bagi hubungan kami berdua, tapi Tuhan seakan memperlakukan hubungan kita menjadi semakin rumit mungkin aku melihat dari sisi ‘ketidak bersyukurnya’ aku, namun ketika aku renungkan kembali, aku melihat banyak malaikat membantuku di sini, malaikat yang melahirkan bayangan-bayangan keyakinan dari rindu yang ku panjatkan dalam do’a.

***

Sudah enam bulan lebih pertemuan itu berlalu, terasa lama sekali apabila kita terlalu merasakan ‘kerinduan’, namun akan terasa cepat jika kerinduan itu kita alihkan dengan beberapa kesibukkan-kesibukkan yang positif. Di sisi yang berbeda entah yang dia rasakan sangatlah berbeda dia tak sepertiku yang sibuk bekerja seharian hingga malam justru aku lebih banyak mengambil lembur. Sedangkan kegiatannya hanya kuliah dan tugas, hingga intensitas kerindunya mungkin lebih banyak di dia. Selama sebulan ini entah yang  keberapa kalinya aku berantem dengannya, dia mudah mengeluhkan aku yang sibuk, dia mudah terbawa emosi saat aku telat memberi kabar atau sedikit perhatian yang dia butuhkan seperti apa yang kulakukan dulu, dia terlalu mudah terpancing dengan kerinduannya, alhasil akulah korban keganasan kerinduannya. Mungkin  jika aku tak bersabar menghadapinya tak akan ada cerita ini.

Tiba-tiba aku jadi ingat percakapan kemarin, saat aku telat mengabarinya, langsung saja dia mengirimkan sms kepadaku, mungkin dengan nada sindiran bahkan keluhannya. Percakapan yang panjang, menurutku sih, ini membosankan. Terlalu sinetron, tapi entah kenapa kita sering melakukannya.


            “Aku gapapa kok ditinggalin terus. Terusin aja, lama-lama nanti kebal sendiri dan gak akan rewel lagi kok. Serius”  keluhnya, dengan sms yang ia kirim padaku.
            “Iya, sih gpp ditinggal. tapi tetep aja suka ngeluh ini-itu di jejaring sosial, seakan semua org harus denger kekurangan kita”. Aku membalas dengan tegas. 
            “Lagian kamu juga pengennya aku gak banyak protes dan gak banyak rewel kan?”
            “Kamu emang gak rewel, tapi di belakang, kamu tetep suka ngomongin kita, jejaring sosial itu korban kerewelan kamu. sadar?”
            “Jejaring sosial kan gak ada kamunya, lagian kamu juga deketan sama banyak cewe kan di sana? Satu sama lah”
            "Loh, 'deket sama banyak cewek' itu maksudnya apa? Bisa dong kamu jelasin, aku di sini gak ada deket sama siapa-siapa kok”
            “Nethink kamu udah over dosis tuh”
            “Cuek kamu juga overdosis”
            “Hmmm. Aku cuek? pasti masalahnya dari sini lagi, kamu gak bosan masalahin ini terus, aku sih, iya”
            “Aku sih udah kebal juga sama cueknya kamu. Jadi gak dibahas juga gak masalah. Toh kalau mau ngeluh kamu sibuk juga kamu males kan? ”
            “Ya, aku juga udah kebal sama sifat 'ngeluhnya kamu' toh kita juga bakal ketemu dan mesra-mesraan lagi kan”
            “Seyakin apa bisa nemuin secepetnya? Hobi PHP, sih, iya kamu tuh, sayang”
            “Lho, aku gak pernah ngejanjiin bisa ketemuan. yang aku janjiin; "kita bakal ketemuan kok, kamu yg sabar yaa" itu kataku”
            “Nah 'bakal' nya itu, mending gausah gitu kan jadi gak ngarep akunya. Peka sama aku yang udah lama kamu kenal masih susah ya? ”
            “Dan kamu ngerti sama kesibukkan aku juga masih susah kan? ujun-ujungnya pasti kayak gini, bakal nyalahin satu sama lain”
            “Enggak nyalahin, cuma udah gabisa ngerasain apa-apanya sendirian. Beda loh”
            “Aku gak ngerti sama bahasa 'sok dewasa' kamu dan aplikasi yang kamu lakuin dengan gaya 'kekanak-kanakan kamu' sekarang”
            “Aku juga gangerti sama yang katanya 'perhatian' tapi aplikasinya 'cuek' nya kamu itu, gak cuma skrg malah. Tuh, yg ngajak berantem siapa? ”
Gak baik sih, kalau debat panjang terus cuma mentingin 'siapa yg harus menang & ngalah', kita tuh gimana sih? menurut kamu? ”
            “Kita itu ya aku dan kamu. Memang dua dalam satu sih, perdebatan ini memang proses. Toh, dari awal aku selalu menerima kamu apa adanya”
            “Kalau aku masih banyak ngeluh, bawel, dan rewel. Aku juga butuh diimbangin kan artinya? Aku juga gapernah minta semua waktu kamu untuk aku. Kamu tahu aku gimana, mungkin keadaan udah jauh berbeda dari siapa kita yang dulu waktu kamu gak sesibuk ini. Tapi aku masih butuh kamu”
            “Tentunya, aku juga punya sedikit waktu dari kesibukkanku yang begitu banyak menyita waktu dan perhatianmu teralihkan”
            “Aku juga gak berharap banget kamu bisa bersikap sedewasa mungkin, aku cuma berharap kamu gak terlalu banyak nuntut”
            “Sifat rewel itu yg bikin aku ngerasa semakin bersalah & frustasi, gak tau mana yang mesti diselesaikan. makanya aku cuek”
            “Kamu sibuk bukan berarti aku gak butuh kamu kan? Iya kan? Aku juga rewel, dan minta seseorang ada di sisi aku itu cuma sama kamu”
            “Sekeras kepala apapun kita, kita tetap saling membutuh kan, kamu butuh perhatianku dan aku juga butuh semangat kamu.”
            “Tolong jangan terlalu berorientasi bahwa dengan kau cuek, aku akan baik-baik saja. Aku hanya minta itu”
            “Oke, dengan senang hati, perdebatan malam ini. aku yang sangat bersalah, membiarkanmu begitu saja dari kemarin-kemarin, bisakah kau membuat keadaan kita menjadi baik-baik saja, tanpa mengutamakan sifat 'egois' di antara kita”
            “Ya, aku tahu aku juga belum jadi yang terbaik. Tapi aku tahu aku berusaha menyesuaikan diri”
            “Baguslah kalau begitu, aku juga sedang menyesuaikan diri bagaimana membagi waktu yang tak banyak ini agar sebisa mungkin aku ada saat kau butuh, meskipun jauh”
            “Jangan mengucapkan apa yang membuatkau berfikir ulang bahwa kau tak sungguh-sungguh. Sudah sudah, aku sedang tak ingin bertengkar lagi”

Terkadang, jika wanita sedang merindukan kekasihnya, rasa pengertian yang dia miliki sedikit mengurang bahkan tidak ada, karena yang ia rasakan bukanlah ingin mengerti yang sibuk, melainkan ingin dimengerti. Di sanalah tugas pria, harus sesabar mungkin mengontrol emosi yang dimiliki, kunci dari menahan keegoisan itu bukan melawan, melainkan meredamkan salah satunya. Atau mengalah ‘merasa bersalah’ jauh lebih baik, demi menyalamatkan hubungan.



Terlalu banyak mengeluh itu tak akan membuat hubungan semakin baik-baik saja, namun kita manusia tak jauh dari hal tadi, untuk tidak mengeluh. Kita harus memulai mendewasakan diri agar menjadikan keadaan semakin baik-baik saja, bersyukur, tidak terlalu melihat sana-sini atau iri dengan mereka yang begitu mudah melihat kekasihnya. Bersyukur dengan keadaan yang ada, adalah tembok dari pertengkaran yang ada. 
Before Today
Tidak ada yang berat saat aku mengetahui bahwa kau akan selalu ada dan menjadi tempat bergantungku meskipun aku terbiasa melakukan apapun sendiri melihat dari keadaan bahwa kau jauh dan tak bisa selalu ada di sisiku. Tapi kau membuat dirimu hadir dan nyata sehingga aku tak pernah merasa sulit dan jenuh.

Tidak ada yang kuragukan bahkan saat dunia menyalahkanku dan menyalahkan anggapanku, karena kau selalu ada dan akan selalu berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Tidak ada yang kurisaukan meskipun kau jauh karena kepercayaanmu utuh kugenggam dan kau selalu meredamkan cemburu dan gundahku. Karena hanya perkataanmu yang bisa membuatku tenang dan percaya meskipun terkadang dengan emosi dan egois aku mati-matian menyalahkanmu.

Kau tak pernah memelukku saat aku menangis,
Kau tak pernah ada di sisiku mengecupku saat aku merindukanmu,
Kau tak pernah ada di sisiku menjagaku hingga reda saat aku sakit,
Kau tak pernah berjalan di sisiku menggenggam tanganku,
Kau tak pernah ada di saat dunia seakan menjauhiku,
Kau tak pernah menenangkanku saat amarahku menguasaiku,
Kau tak pernah menghangatkanku saat udara dingin menyerangku,
Kau tak pernah menjemputku di saat aku benar-benar butuh,
Tapi kau selalu membuatku merasa dirimu melakukannya, karena kau membuat dirimu hadir, nyata, dan terasa.

Saat aku mengeluh kau akan selalu menguatkanku.
Saat aku memutuskan untuk berdiam, kau selalu membujuk tawa dan senyumku.
Saat aku butuh, kau selalu tak pernah membuatku mencarimu terlalu lama dan berbelit.
Saat aku mulai menangis, kau selalu menghentikan air mata itu mengalir dari mataku.
Saat aku kehilanganmu, ah, kau tak pernah membuatku merasa kehilangan, karena kau selalu menjelaskan apa yang terjadi padamu di sana.

Aku selalu mencintaimu.
Memberi dengan ikhlas dan menanti dengan rela.
Aku setia, dan kau tahu itu.
Aku menanti dan kau tahu itu.
Aku sedih dan kau rasakan hal yang sama.
Aku tak berubah, dan kau tahu benar siapa aku.
Entah bagaimana masa depan merubah keadaan, kau tahu bahwa aku tak pernah ingkar.


















Ah, aku tadi bilang masa depan membawa perubahan ya? Ya, dan kau..........
Aku yang tak peka karena tak merasakan apa yang kutuliskan lagi, atau memang masa depan membawa perubahan padamu? 

Minggu, 06 Februari 2011

10 Gangguan Syaitan Semasa Shalat

1. WAS-WAS SEMASA MELAKUKAN TAKBIRATUL IHRAM
Saat mulai membaca takbiratul ihram “Allahu Akbar” , ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum sah.
Sehingga ada yang mengulanginya lagi dengan membaca takbir. Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir rukuk.
Ibnul Qayyim berkata, “Termasuk tipu daya syaitan yang banyak menggangu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat atau semasa takbiratul ihram dalam solat”.

2. TIDAK KHUSYUK SEMASA MEMBACA BACAAN DALAM SOLAT
Sahabat Rasulullah SAW Iaitu ‘Uthman bin Abil ‘Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu,”Wahai Rasulullah, sesungguhnya syaitan telah hadir dalam solatku dan membuat bacaanku salah”.
Rasulullah SAW menjawab, “Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah SWT. Aku pun melakukan hal itu dan Allah SWT menghilangkan gangguan itu dariku”. (HR. Muslim)

3. LUPA JUMLAH RAKAAT YANG TELAH DIKERJAKAN
Abu Hurairah r.a berkata, “Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda, “Jika salah seorang dari kalian solat, syaitan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia telah lakukan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) semasa masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam”. (HR Bukhari dan Muslim)

4. HADIRNYA FIKIRAN YANG MENGGANGU
Abu Hurairah r.a berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Apabila dikumandangkan azan solat, syaitan akan berlari sambil terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara azan tersebut. Apabila muazin telah selesai azan, ia kembali lagi. Dan jika iqamah dikumandangkan ia berlari. Apabila telah selesai iqamah, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang solat seraya berkata kepadanya, ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat! Sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia solat”. (HR Bukhari)

5. TERGESA-GESA UNTUK MENYELESAIKAN SHOLAT
Ibnul Qayyim berkata, “Sesungguhnya tergesa-gesa itu datangnya dari syaitan, karena tergesa-gesa adalah sifat gegabah, yang menghalangi seseorang untuk hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya.”
Tentu saja bila solat dalam keadaan tergesa-gesa, maka cara pelaksanaannya asal boleh. Asal boleh mengerjakan, asal selesai dan asal jadi. Tidak ada ketenangan atau tukmaninah. Pada zaman Rasulullah SAW ada orang solat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah SAW memerintahkannya untuk mengulanginya lagi karena solat yang telah ia kerjakan belum sah.
Rasulullah SAW bersabda kepadanya, “Apabila kamu solat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur’an yang mudah bagimu, lalu rukuklah sampai kamu benar-benar rukuk, lalu bangkitlah dari rukuk sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat solatmu”. (HR Bukhari dan Muslim)

6. MELAKUKAN GERAKAN-GERAKAN YANG TIDAK PERLU
Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, maka Ibnu Umar segera menegurnya selepas solat: “Jangan bermain kerikil ketika solat kerana perbuatan tersebut berasal dari syaitan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah SAW”. Orang tersebut bertanya, “Apa yang dilakukannya?” Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. “Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah SAW”, kata Ibnu Umar. (HR Tirmidzi)

7. MELIHAT KE KANAN ATAU KE KIRI KETIKA SOLAT
Dengan sedar atau tidak, orang tersebut melihat ke kiri atau ke kanan, itulah akibat godaan syaitan penggoda. Kerana itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik. Yaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak mudah dicuri oleh syaitan.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a, ia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hukum melihat ketika solat”. Rasulullah SAW menjawab, “Itu adalah curian syaitan atas solat seorang hamba”. (HR Bukhari)

8. MENGUAP DAN MENGANTUK
Rasulullah SAW bersabda, “Menguap ketika solat itu dari syaitan. Oleh itu bila kalian ingin menguap maka tahanlah seboleh mungkin”. (HR Thabrani).

9. BERSIN BERULANG KALI SAAT SOLAT
Syaitan ingin menganggu kekhusyukan solat dengan bersin sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas’ud, “Menguap dan bersin dalam solat itu dari syaitan” (Riwayat Thabrani). Ibnu Hajar mengulas kenyataan Ibnu Mas’ud, “Bersin yang tidak disenangi Allah SWT adalah yang terjadi dalam solat sedangkan bersin di luar solat itu tetap disenangi Allah SWT. Hal itu tidak lain karena syaitan memang ingin menggangu solat seseorang dengan berbagai cara”.

10. TERASA INGIN BUANG ANGIN ATAU BUANG AIR
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya”. (HR Muslim)
Berbahagialah orang-orang muslim yang selama ini terbebas dari berbagai macam gangguan syaitan dalam solat. Semoga kita semua dibebaskan oleh Allah SWT dari gangguan-gangguan tersebut…..Aminnn

Sabtu, 11 Desember 2010

ALLEGED NORTH KOREAN INVOLVEMENT IN MISSILE

from :WIKILEAKS

Friday, 27 August 2004, 08:08
S E C R E T SECTION 01 OF 02 RANGOON 001100

1. (S) SUMMARY: North Korean workers are reportedly assembling “SAM missiles” and constructing an underground facility at a Burmese military site in Magway Division, about 315 miles NNW of Rangoon, according to XXXXXXXXXXXX . This unsolicited account should not be taken as authoritative, but it tracks with other information garnered and reported via XXXXXXXXXXXX. End Summary.
2. (S) XXXXXXXXXXXX
3. (S) XXXXXXXXXXXX some 300 North Koreans are working at a secret construction site west of Mimbu, Magway Division, in the foothills of the Arakan Yoma mountains. (Comment: the number of North Koreans supposedly working at this site strikes us as improbably high. End comment.) The  XXXXXXXXXXXX claims he has personally seen some of them, although he also reported they are forbidden from leaving the construction site and that he and other “outsiders” are prohibited from entering. The XXXXXXXXXXXX was confident that XXXXXXXXXXXX had the ability to distinguish North Koreans from others, such as Chinese, who might be working in the area. The exact coordinates of the camouflaged site are not known, but it is reportedly in the vicinity of 20,00 N, 94,25 E.
4. (S) The North Koreans are said to be assembling “SAM missiles” of unknown origin.  XXXXXXXXXXXX the North Koreans, aided by Burmese workers, are constructing a concrete-reinforced underground facility that is “500 feet from the top of the cave to the top of the hill above.” He added that the North Koreans are “blowing concrete” into the excavated underground facility.
5. (S) The XXXXXXXXXXXX is supposedly engaged in constructing buildings for 20 Burmese army battalions that will be posted near the site. Of these, two battalions are to be infantry; the other 18 will be “artillery,” according to this account.
6. (S) [XXXXXXXXXXXX
7. (S) COMMENT: The [XXXXXXXXXXXX second-hand account of North Korean involvement with missile assembly and military construction in Magway Division generally tracks with other information Embassy Rangoon and others have reported in various channels. Again, the number 300 is much higher than our best estimates of North Koreans in Burma, and exactly how the XXXXXXXXXXXX allegedly came to see some of them personally remains unclear. Many details provided XXXXXXXXXXXX match those provided by other, seemingly unrelated, sources.
8. (S) COMMENT CONTINUED: We cannot, and readers should not, consider this report alone to be definitive proof or evidence of sizable North Korean military involvement with the Burmese regime. The XXXXXXXXXXXX description made no reference at all to nuclear weapons or technology, or to surface-to-surface missiles, ballistic or otherwise. XXXXXXXXXXXX This account is perhaps best considered alongside other information of various origins indicating the Burmese and North Koreans are up to something ) something of a covert military or military-industrial nature. Exactly what, and on what scale, remains to be determined. Post will continue to monitor these developments and report as warranted. McMullen

Pangeran Saudi Doyan Narkoba dan Pesta

 
Pangeran Saudi Doyan Narkoba dan Pesta
 
Jika Anda membaca ini mungkin sungguh ironis dan pasti Anda akan sangat heran dengan hal tersebut. Terbukti bukan agama islam yang salah, namun umatnya yang telah mengingkari tuntunan Allah SWT, Apakah ini tanda dunia akan kiamat??
 
JEDDAH, KOMPAS.com - 
Para diplomat AS, dalam kawat diplomatik yang dibocorkan WikiLeaks, menggambarkan dunia seks, narkoba dan rock'n'roll di balik kasalehan formal kerajaan Arab Saudi.
Para pejabat Konsulat AS di Jeddah menggambarkan sebuah pesta Halloween bawah tanah, yang digelar tahun lalu oleh seorang anggota keluarga kerajaan, yang menabrak semua tabu di negara Islam itu. Minuman keras dan para pelacur hadir dalam jumlah berlimpah, demikian menurut bocoran itu, di balik pintu gerbang vila yang dijaga ketat.
Pesta tersebut digelar oleh seorang pangeran kaya dari keluarga besar Al-Thunayan. Para diplomat itu mengatakan identitasnya harus dirahasiakan.
"Alkohol, meskipun sangat dilarang oleh hukum dan pabean Saudi, sangat berlimpah di bar pesta itu dengan koleksi yang lengkap. Bartender Filipina yang disewa menyajikan koktail sadiqi, sebuah minuman keras buatan lokal," kata kawat itu sebagaimana dilasir The Guardian. "Juga diketahui dari mulut ke mulut bahwa sejumlah tamu (pada pesta itu) pada kenyataan adalah 'gadis panggilan', sesuatu yang tidak biasa untuk pesta semacam itu.
Kiriman informasi dari para diplomat AS itu, ditandatangani oleh konsul AS di Jeddah, Martin Quinn, yang menambahkan, "Meski tidak menyaksikan langsung peristiwa tersebut, kokain dan hashishsh (ganja) digunakan secara umum dalam lingkungan sosial semacam itu."
Pesta bawah tanah sedang "berkembang dan berdenyut" di Arab Saudi berkat perlindungan dari kerajaan Saudi, kata kawat itu. Namun pesta semacam itu hanya tersedia di balik pintu tertutup dan untuk orang yang sangat kaya. Terdapat sedikitnya 10.000 pangeran di kerajaan itu. Beberapa masih merupakan keturunan langsung Raja Abdul Aziz, sementara yang lain berasal dari cabang keluarga yang tidak langsung.
Para diplomat yang hadir dalam pesta itu melaporkan, lebih dari 150 pria dan perempuan Saudi, sebagian besar berusia 20-an dan 30-an tahun, hadir dalam pesta tersebut. Perlindungan dari kerajaan berarti kecemasan akan diserga polisi agama menjadi tidak mungkin. Orang-orang yang masuk dikontrol melalui daftar tamu yang ketat. "Adegannya mirip sebuah klub malam di manapun di luar kerajaan itu: banyak alkohol, pasangan muda yang menari-nari, seorang DJ di turntable dan semua orang berdandan."
Bocoran itu mengatakan, rak di bar tempat pesta itu menampilkan jenis-jenis minuman keras terkenal.
Para diplomat itu juga mencoba menjelaskan mengapa sang tuan rumah  begitu lengket dengan pengawal Nigeria, beberapa di antaranya berjaga-jaga di pintu. "Sebagian besar pasukan keamanan sang pangeran adalah laki-laki muda Nigeria. Merupakan praktek yang umum di kalangan para pangeran Saudi untuk tumbuh bersama para pengawal yang disewa dari Nigeria atau negara-negara Afrika lainnya yang berusia muda, (seusia dengan para pangeran itu) dan akan tetap bersama dengan pangeran tersebut hingga dewasa. Waktu bersama yang lama menciptakan ikatan kesetiaan yang intens"
Seorang pemuda Saudi mengatakan kepada diplomat itu bahwa pesta  besar merupakan tren baru. Hingga beberapa tahun lalu, katanya, kegiatan akhir pekan hanya berupa "kencan" dalam kelompok-kelompok kecil yang bertemu di dalam rumah orang kaya. Menurut bocaran itu, beberapa rumah mewah di Jeddah memiliki basement bar, diskotik dan klub.

Jumat, 10 Desember 2010

IKLAN GRATIS

Assalamualaikum...
Untuk teman teman yang mau memasang iklan disini gratis...
Silakan hubungi di Facebook saya di lailanisa6@gmail.com
Terima kasih........