from :WIKILEAKS
Friday, 27 August 2004, 08:08
S E C R E T SECTION 01 OF 02 RANGOON 001100
1. (S) SUMMARY: North Korean workers are reportedly assembling “SAM missiles” and constructing an underground facility at a Burmese military site in Magway Division, about 315 miles NNW of Rangoon, according to XXXXXXXXXXXX . This unsolicited account should not be taken as authoritative, but it tracks with other information garnered and reported via XXXXXXXXXXXX. End Summary.
2. (S) XXXXXXXXXXXX
3. (S) XXXXXXXXXXXX some 300 North Koreans are working at a secret construction site west of Mimbu, Magway Division, in the foothills of the Arakan Yoma mountains. (Comment: the number of North Koreans supposedly working at this site strikes us as improbably high. End comment.) The XXXXXXXXXXXX claims he has personally seen some of them, although he also reported they are forbidden from leaving the construction site and that he and other “outsiders” are prohibited from entering. The XXXXXXXXXXXX was confident that XXXXXXXXXXXX had the ability to distinguish North Koreans from others, such as Chinese, who might be working in the area. The exact coordinates of the camouflaged site are not known, but it is reportedly in the vicinity of 20,00 N, 94,25 E.
4. (S) The North Koreans are said to be assembling “SAM missiles” of unknown origin. XXXXXXXXXXXX the North Koreans, aided by Burmese workers, are constructing a concrete-reinforced underground facility that is “500 feet from the top of the cave to the top of the hill above.” He added that the North Koreans are “blowing concrete” into the excavated underground facility.
5. (S) The XXXXXXXXXXXX is supposedly engaged in constructing buildings for 20 Burmese army battalions that will be posted near the site. Of these, two battalions are to be infantry; the other 18 will be “artillery,” according to this account.
6. (S) [XXXXXXXXXXXX
7. (S) COMMENT: The [XXXXXXXXXXXX second-hand account of North Korean involvement with missile assembly and military construction in Magway Division generally tracks with other information Embassy Rangoon and others have reported in various channels. Again, the number 300 is much higher than our best estimates of North Koreans in Burma, and exactly how the XXXXXXXXXXXX allegedly came to see some of them personally remains unclear. Many details provided XXXXXXXXXXXX match those provided by other, seemingly unrelated, sources.
8. (S) COMMENT CONTINUED: We cannot, and readers should not, consider this report alone to be definitive proof or evidence of sizable North Korean military involvement with the Burmese regime. The XXXXXXXXXXXX description made no reference at all to nuclear weapons or technology, or to surface-to-surface missiles, ballistic or otherwise. XXXXXXXXXXXX This account is perhaps best considered alongside other information of various origins indicating the Burmese and North Koreans are up to something ) something of a covert military or military-industrial nature. Exactly what, and on what scale, remains to be determined. Post will continue to monitor these developments and report as warranted. McMullen
ReLiGiOn IdoL
KARA Jumping n Mister
Tampilkan postingan dengan label wikileaks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wikileaks. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 11 Desember 2010
Pangeran Saudi Doyan Narkoba dan Pesta
Pangeran Saudi Doyan Narkoba dan Pesta
Jika Anda membaca ini mungkin sungguh ironis dan pasti Anda akan sangat heran dengan hal tersebut. Terbukti bukan agama islam yang salah, namun umatnya yang telah mengingkari tuntunan Allah SWT, Apakah ini tanda dunia akan kiamat??
JEDDAH, KOMPAS.com -
Para diplomat AS, dalam kawat diplomatik yang dibocorkan WikiLeaks, menggambarkan dunia seks, narkoba dan rock'n'roll di balik kasalehan formal kerajaan Arab Saudi.Para pejabat Konsulat AS di Jeddah menggambarkan sebuah pesta Halloween bawah tanah, yang digelar tahun lalu oleh seorang anggota keluarga kerajaan, yang menabrak semua tabu di negara Islam itu. Minuman keras dan para pelacur hadir dalam jumlah berlimpah, demikian menurut bocoran itu, di balik pintu gerbang vila yang dijaga ketat.
Pesta tersebut digelar oleh seorang pangeran kaya dari keluarga besar Al-Thunayan. Para diplomat itu mengatakan identitasnya harus dirahasiakan.
"Alkohol, meskipun sangat dilarang oleh hukum dan pabean Saudi, sangat berlimpah di bar pesta itu dengan koleksi yang lengkap. Bartender Filipina yang disewa menyajikan koktail sadiqi, sebuah minuman keras buatan lokal," kata kawat itu sebagaimana dilasir The Guardian. "Juga diketahui dari mulut ke mulut bahwa sejumlah tamu (pada pesta itu) pada kenyataan adalah 'gadis panggilan', sesuatu yang tidak biasa untuk pesta semacam itu.
Kiriman informasi dari para diplomat AS itu, ditandatangani oleh konsul AS di Jeddah, Martin Quinn, yang menambahkan, "Meski tidak menyaksikan langsung peristiwa tersebut, kokain dan hashishsh (ganja) digunakan secara umum dalam lingkungan sosial semacam itu."
Pesta bawah tanah sedang "berkembang dan berdenyut" di Arab Saudi berkat perlindungan dari kerajaan Saudi, kata kawat itu. Namun pesta semacam itu hanya tersedia di balik pintu tertutup dan untuk orang yang sangat kaya. Terdapat sedikitnya 10.000 pangeran di kerajaan itu. Beberapa masih merupakan keturunan langsung Raja Abdul Aziz, sementara yang lain berasal dari cabang keluarga yang tidak langsung.
Para diplomat yang hadir dalam pesta itu melaporkan, lebih dari 150 pria dan perempuan Saudi, sebagian besar berusia 20-an dan 30-an tahun, hadir dalam pesta tersebut. Perlindungan dari kerajaan berarti kecemasan akan diserga polisi agama menjadi tidak mungkin. Orang-orang yang masuk dikontrol melalui daftar tamu yang ketat. "Adegannya mirip sebuah klub malam di manapun di luar kerajaan itu: banyak alkohol, pasangan muda yang menari-nari, seorang DJ di turntable dan semua orang berdandan."
Bocoran itu mengatakan, rak di bar tempat pesta itu menampilkan jenis-jenis minuman keras terkenal.
Para diplomat itu juga mencoba menjelaskan mengapa sang tuan rumah begitu lengket dengan pengawal Nigeria, beberapa di antaranya berjaga-jaga di pintu. "Sebagian besar pasukan keamanan sang pangeran adalah laki-laki muda Nigeria. Merupakan praktek yang umum di kalangan para pangeran Saudi untuk tumbuh bersama para pengawal yang disewa dari Nigeria atau negara-negara Afrika lainnya yang berusia muda, (seusia dengan para pangeran itu) dan akan tetap bersama dengan pangeran tersebut hingga dewasa. Waktu bersama yang lama menciptakan ikatan kesetiaan yang intens"
Seorang pemuda Saudi mengatakan kepada diplomat itu bahwa pesta besar merupakan tren baru. Hingga beberapa tahun lalu, katanya, kegiatan akhir pekan hanya berupa "kencan" dalam kelompok-kelompok kecil yang bertemu di dalam rumah orang kaya. Menurut bocaran itu, beberapa rumah mewah di Jeddah memiliki basement bar, diskotik dan klub.
Langganan:
Postingan (Atom)